Atasi Kelangkaan Guru Bahasa Inggris, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Tidar Bekali Guru SD di Magelang Strategi Soft EMI

MAGELANG – Untuk menjawab tantangan belum meratanya keberadaan guru bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar (SD), tim pengabdian masyarakat dari Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar program pelatihan dan penguatan kapasitas bagi para guru guru kelas sekolah dasar di lingkungan Kota Magelang. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Magelang, sejumlah 75 sekolah dasar negeri dan swasta bergabung dalam kegiatan tersebut. Program inovatif ini mengusung pendekatan Soft English as a Medium of Instruction (Soft EMI), yakni strategi integrasi bahasa Inggris secara kontekstual, fungsional, dan bertahap dalam pembelajaran tematik sehari-hari.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Umi Rachmawati, M.Pd., Ph.D. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan beranggotakan Dr. Taufik Arrochman, M.Pd., Alivia Revan Prananda, M.Eng. dan mahasiswa Universitas Tidar

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Umi Rachmawati, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa meskipun pengenalan bahasa Inggris di tingkat SD kini semakin penting, banyak sekolah di daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar khusus bahasa Inggris.

“Melalui pendekatan Soft EMI, para guru kelas tidak dituntut untuk langsung mengajar secara penuh dalam bahasa Inggris. Sebaliknya, guru dibekali instruksi praktis bahasa Inggris (classroom English), penggunaan gesture, media visual, hingga teknik code-switching (alih kode) yang ramah bagi anak-anak,” ujar Umi.

Kegiatan pengabdian berbasis capacity building ini dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan (needs analysis), workshop konseptual dan praktis, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berwawasan EMI, hingga sesi microteaching dan coaching. Melalui pendampingan ini, para guru mendapatkan umpan balik langsung terkait teknik pedagogis dan kebahasaan.

Hasil dari program pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dan rasa percaya diri guru dalam menggunakan bahasa Inggris di kelas, tetapi juga menghasilkan produk luaran berupa modul implementasi Soft EMI, panduan Classroom English untuk guru SD, serta perangkat RPP terintegrasi EMI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nurwiyono Slamet, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Para peserta menyambut positif pelatihan ini karena strategi yang diajarkan dinilai sangat praktis dan realistis untuk diterapkan di kelas. Program pendampingan berbasis daring juga terus dilanjutkan untuk memastikan keberlanjutan penerapan Soft EMI di sekolah mitra.

Dengan adanya model Soft EMI ini, diharapkan seluruh siswa SD di Kabupaten Magelang dapat memperoleh paparan bahasa Inggris yang bermakna sejak dini, sekaligus memberikan solusi berkelanjutan bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki guru bahasa Inggris khusus.

UR

1 Like